blog

Mengenal Metode Beyond Centers and Circle Time (BCCT) PAUD

BCCT adalah singkatan dari : Beyond Centers and Circle Time atau bisa juga disebut dengan pendekatan Montessori.

BBCT adalah sebuah metode dimana guru-guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari

Metode ini dicetuskan oleh seorang wanita pendidik dari Italia Dr. Maria Montessori (1870-1952),

Kemudian dikembangkan oleh Creative Center for Childhood Research and Training (CCRT) Florida, USA. Metode ini telah dilaksanakan di Creatif Pre School Florida, USA selama lebih dari 25 tahun, baik untuk anak normal maupun untuk anak dengan kebutuhan khusus, dengan memadukan dengan metode Highscope, dan Reggio Emilio

Pendekatan/Metode ini berusaha untuk merangsang anak agar bermain secara aktif di sentra-sentra permainan. Dalam permainan ini anak menjadi “subjek otonom” yang secara bebas mengembangkan kemampuannya secara maksimal. Sedangkan tugas guru lebih bersifat “pasif” Karen tugas guru hanya sebatas mendampingi, memfasilitasi, memotivasi, dan memberi pijakan-pijakan. Pijakan yang dimaksud di sini adalah dukungan yang berubah-ubah karena disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak atau masa peka (periode sensitive). Ciri khas pendekatan BCCT adalah “duduk melingkar”.

landasan filosofi pengembangan BCCT

Landasan filosofi adalah BCCT adalah KONSTRUKTIVISME, yakni filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak sekedar mnenghafal. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Bahwa pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta yang terpisah namun mencerminkan ketrampilan yang dapat diterapkan.

Untuk menerapkan metode ini seorang guru hendaknya mengikuti pijakan-pijakan guna membentuk keberaturan antara bermain dan belajar. Berikut ini adalah Pijakan-pijakan yang harus diikuti :

Pijakan lingkungan :

  • Guru menata lingkungan yang disesuaikan dengan intensitas & densitas

Pijakan sebelum bermain

  • Guru meminta para siswa untuk membentuk lingkaran
  • Guru ada diantara para siswa sambil bernyanyi
  • Guru meminta para siswa untuk duduk melingkar
  • Guru meminta para siswa berdo’a bersama
  • Guru menanyakan para siswa kesiapan mendengar cerita dan memasuki sentra
  • Guru memulai bercerita menggunakan media yang sesuai dengan tema
  • Guru menginformasikan jenis mainan yang ada dan menyampaikan aturan bermain
  • Guru meminta siswa masuk ke area sentra

Pijakan saat bermain

  • Guru mempersiapkan catatan perkembangan siswa
  • Guru mencatat perilaku, kemampuan dan celetukan siswa
  • Guru membantu siswa jika dibutuhkan
  • Guru mengingatkan siswa bila ada yang lupa atau melanggar aturan

Pijakan setelah bermain / Recalling

  • Guru meminta siswa untuk membereskan mainan dan alat yang dipakai
  • Guru meminta siswa menceritakan pengalaman bermainnya sambil menghitung jumlah kegiatan yang dilakukan
  • Guru menutup kegiatan dengan berdo’a bersama
  • Guru membagikan buku komunikasi sebelum pulang

Tujuan Metode Beyond Centers And Circles Time (BCCT)

Adapun tujuan dari metode Beyond Centers And Circles Time (BCCT) antara lain sebagai berikut:
Dalam rangka melejitkan potensi kecerdasan anak. Howard Gardner menyatakan bahwa pada hakikatnya setiap anak ialah cerdas. Pandangan ini menentang bahwa kecerdasan hanya dilihat dari fakror IQ. Gardner melihat kecerdasan dari berbagai dimensi. Setiap kecerdasan yang dimiliki akan dapat mengantarkan anak mencapai kesuksesan. Pendidik/guru perlu memfasilitasi setiap kecerdasan yang dimiliki anak dalam pembelajaran dan kegiatan belajar. diantaranya :

  • Kecerdasan bahasa (Linguistik) berkaitan dengan keterampilan dan persepsi mengelola kata dan bahasa.Yakni kemampuan menggunakan kata’kata secara efektif
  • Kecerdasan Logika ‘ matematika berkaitan dengan keterampilan dan persepsi dalam bidang angka (Numerik) dan alasan logis.
  • Kecerdasan music berkaitan dengan keterampilan dan persepsi dalam bidang music dan suara
  • Kecerdasan gerak tubuh (kinestesis) berkaitan dengan ketrampilan dan persepsi dalam bidang mengolah dan mengendalikan gerak anggota tubuh.
  • Kecerdasan gambar dan ruang (Visual’spasial) berkaitan dengan keterampilan dan persepsi dalam bidang permainan, garis, warna, bentuk, dan ruang.
  • Kecerdasan diri (intrapersonal) berkaitan dengan keterampilan dan persepsi dalam bidang kesadaran dan pengenalan terhadap diri sendiri.
  • Kecerdasan berbaur (interpersonal) berkaitan dengan keterampilan dan persepsi dalam bidang membina hubungan dengan orang lain.
  • Kecerdasan alami (naturalis) berkaitan dengan keterampilan dan persepsi dalam bidang yang berhubungan dengan alam dan lingkungan sekitar.
  • Kecerdasan rohani (spiritual) berkaitan dengan keterampilan dan persepsi dalam bidang mengolah rohani.
  • Kita harus mengingat bahwa setiap orang memiliki sembilan kecerdasan ini dan setiap hari menggunakannya dengan kombinasi yang berlainan dan setiap orang juga mempunyai delapan kecerdasan ini dengan cara mereka masing-masing.

 

Penanaman Nilai-nilai Dasar

Anak-anak merupakan individu yang baru mengenal dunia dan belum mengetahui tata karma , sopan santun, aturan, norma, dan sebagainya. Anak perlu dibimbing agar mampu memahami berbagai hal. Usia dini merupakan saat yang sangat berharga untuk menanamkan nilai’nilai dasar dalam kehidupan yang meliputi:

  1. Nilai-Nilai nasionalisme.
  2. Nilai-Nilai agama.
  3. Nilai-Nilai etika.
  4. Nilai-Nilai moral.
  5. Nilai-Nilai sosial.
  6.  

Bentuk-Bentuk Sentra Dalam Beyond Centers And Circles Time (BCCT)
Dalam metode Beyond Centers and Circles Time materi yang dikembangkan berupa sentra. Sentra dibuat berdasarkan kebutuhan anak dengan mengobservasi setiap perkembangan anak. Jadi kebutuhan sentra mungkin tidak sama di setiap lembaga pendidikan tergantung kesiapan perangkat dan tenaga pengajar yang ada. Sebagai contoh dibawah ini ada beberapa sentra yang banyak dikembangkan yaitu :

Sentra Bahan Alam.

Tempat bermain sambil belajar untuk mengembangkan pengalaman sensori motor dalam rangka menguatkan tiga jari untuk persiapan menulis, sekaligus pengenalan sains untuk anak. Efek yang diharapkan adalah Anak dapat terstimulasi aspek motorik halus secara optimal, dan mengenal sains sejak dini.

Sentra Main Peran Mikro atau Makro

Tempat bermain sambil belajar, dimana anak dapat mengembangkan daya imajinasi dan mengekspresikan perasaan saat ini, kemarin, dan yang akan datang. Penekanan sentra ini terletak pada alur cerita sehingga anak terbiasa untuk berfikir secara istimatis. Efek yang diharapkan adalah anak dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman dan lingkungan sekitar dan mengembangkan kemampuan berbahasa secara optimal.

Sentra Balok

Tempat bermain sambil belajar untuk mempresentasikan ide ke dalam bentuk nyata (bangunan). Di sentra ini anak dapat memainkan balok dengan perbandingan 1 anak ± 100 balok plus assesoris. Penekanan sentra ini pada start and finish, di mana anak mengambil balok sesuai kebutuhan dan mengembalikan dengan mengklasifikasi berdasarkan bentuk balok. Efek yang diharapkan adalah anak dapat berfikir tipologi, mengenal ruang dan bentuk sehingga dapat mengembangkan kecerdasan visual spasial secara optimal.

Sentra Persiapan

Tempat bermain sambil belajar untuk mengembangkan pengalaman keaksaraan. Di sentra ini anak difasilitasi dengan permainan yang dapat mendukung pengalaman baca, tulis, hitung dengan cara yang menyenangkan dan anak dapat memilih kegiatan yang diminati. Efek yang diharapkan adalah Anak dapat berpikir teratur, senang membaca, menulis dan menghitung.

Sentra Iman & Taqwa (Religion Center).

Tempat bermain sambil belajar untuk mengembangkan kecerdasan jamak dimana kegiatan main lebih menitik beratkan pada kegiatan keagamaan. Di sentra ini anak difasilitasi dengan kegiatan bermain yang memfokuskan pada pembiasaan beribadah dan mengenal Simbol dan huruf keagamaan misalnya untuk centra Agama Islam mengenal huruf hijaiyyah dengan cara bermain sambil belajar. Efek yang diharapkan adalah tertanamnya akhlakul karimah. Ikhlas, sabar, dan senang menjalankan perintah agama.

Sentra Seni dan Kreatifitas

Sentra ini menitik beratkan pada kemampuan anak dalam berkreasi. Kegiatan di sentra ini dilaksanakan dalam bentuk proyek, dimana anak diajak untuk menciptakan kreasi tertentu yang akan menghasilkan sebuah karya. Efek yang diharapkan adalah anak dapat berfikir secara kreatif.

 

Penerapan metode BCCT ini bersifat fleksibel. Bisa dilakukan secara bertahap, sesuai situasi dan kondisi setempat. Lingkungan bermain yang bermutu untuk anak usia dini setidaknya mampu mendukung tiga jenis main yang dikenal dalam penelitian anak usia dini. Tiga jenis main tersebut adalah :

  1. Main sensorimotor (Main Fungsional)
  2. Main Pembangunan
  3. Main Peran.